Belajar dari Alam

Aku sering memandang ke luar jendela.

Merenung ke langit melihat pokok, bintang, langit yang biru, pokok-pokok yang berdiri tegak dan bintang-bintang yang berkelipan di kala malam.

Malah aku sebenarnya sangat tertarik dengan sebatang pohon di hadapan jendelaku yang kelihatan sangat lebat dan rendang daunnya.

Setiap kali aku memandang keluar jendela, pohon itulah yang sering menambat perhatianku terlebih dahulu.

Dalam hatiku pula, aku sering tertanya-tanya apakah yang dapat aku pelajari dan aku fikirkan daripada alam ciptaan Allah ini.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Surah Al-Imran : 190-191)

Suatu hari aku terdengar petikan kata-kata Ustaz Zahazan dalam satu kuliahnya menerusi radio – orang beriman umpama pohon yang merendang. Akarnya sangat kuat dan sangat sukar untuk dipatahkan.

Malah akarnya bisa mencengkam ke dasar tanah. Begitulah jua dengan orang beriman.

Keimanannya teguh semata-mata kerana Allah yang Esa.

Daun pohon itu sangat rendang dan lebat umpama orang beriman yang semakin berusia, semakin bertambah pula amal ibadatnya semakin bertambah jua ilmunya.

Pohon itu sangat teguh dan kukuh di situ.

Meskipun kadangkala dahan dan dedaunnya meliuk lintuk dan bergerak dipukul angin kuat, namun pohonnya tetap di situ.

Akarnya yang kuat mampu menahan dirinya daripada tumbang.

Ya! Seperti orang yang beriman, meskipun kadangkala iman itu ada naik dan turunnya, meskipun terkadang hampir ditewaskan dengan pujuk rayu syaitan dan nafsu, namun keimanan yang teguh yang mendasari hati mengatasi segalanya.

Pohon itu tahan diuji dengan panas dan hujan. Malah meskipun disambar petir dan angin yang kencang.

Sepertimana orang yang beriman, meskipun diuji dengan dugaan dan ujian yang sangat berat, namun dia pasrah dan sabar.

Mereka tetap meneruskan hidup dengan senyuman dan tidak pernah mengalah.

Dedaun yang kering dan sudah tua tidak kekal di atasnya.

Ianya akan jatuh ditiup angin atau jatuh sendiri, dan akhirnya menyatu dengan tanah.

Sepertimana orang beriman yang tidak pernah membiarkan dirinya bersalut dosa, sering mencari peluang untuk bertaubat dan menyucikan diri, agar diri termasuk dalam kalangan orang yang diampunkan.

Pohon itu juga menjadi tempat untuk insan berteduh daripada kepanasan, bersandar kerana keletihan.

Tambahan itu, mereka juga dapat berlindung daripada panas dan hujan sepertimana orang beriman yang menjadi pelindung kepada saudaranya yang lain serta membantu saudaranya yang dalam kesusahan di samping membela nasib orang miskin dan anak-anak yatim.

Burung-burung juga sering singgah di dahan pohon tersebut.

Itulah umpamanya orang beriman yang dalam masa yang sama, menjadi penolong agama Allah dengan menyebarkan hidayah dan petunjuk-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang lain yang perlukan bimbingan. Mereka mengajak ke arah kebaikan, menyeru ke jalan yang benar dan mencegah daripada kejahatan.

Namun, pohon itu tetap pohon.

Sebatang pohon yang merupakan makhluk Allah. Dia tidak kekal dan saatnya akan tiba, Pasti ia akan mati jua.

Walau seteguh mana pun ia di situ, aku sedar, saatnya akan tiba di mana aku tidak mampu lagi menyaksikan ianya berdaun lebat dan berdiri kukuh di situ.

Sepertimana orang beriman, tiba masa dan ketika, dirinya tetap kan pergi menghadap Ilahi.

Namun kehilangannya pasti dirasai, jasa dan bakti mereka tetap dalam sanjungan.

Dan akhirnya aku dapat mempelajari sesuatu daripada sebatang pohon yang sering aku pandang selama ini.

Ini mengajarku untuk menjadi seorang hamba yang lebih baik kepadaNya.

Bukan sekadar untuk dipandang, namun jua untuk dipelajari dan diambil pelajaran daripadanya. Semoga kita semua mampu belajar sesuatu daripada alam yang terbentang luas ini sebelum mata ini terpejam buat selamanya.

Juga, semoga kita bisa meningkatkan keimanan dan amal soleh kepada NYA ,serta termasuk dalam kaum yang memikirkan. Insya Allah.

Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (meningat Allah). (Surah Al-Qaaf, 50:7-8 )

dari PENGEMIS KASIH ILAHI > iLuv Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s