Fabrik Budaya

carik itu katanya cantik,

secantik gerhana bulan berkawah

gemilang megah ditaja angguk nafsu

tunduk angguk mengampu, riak memekar

menuntun setapak demi setapak langkahnya

mendabik tinggi si primadona dusta

taat pada sfera duniawi

tanpa resah risau ia melangkah

kaus sutera dicarik-carik bak sukma kendiri

tak sedar hidung dikeluani sendiri

peraga maruah yang mendasar tercemar

yang aku memejam

yang aku membenci

yang aku melupakan

seputar jahitan jalur masa

sejenak membelek helaian bangsa

selusur pandangan ke hulu sutera budaya

alangkah mahmud sarungan nusa ciptaan minda

berlitup andam beralun santun anggun

manis serinya sedang-sedang indah dimata

penyejuk jiwa pendamai minda selamanya tatapan hati

menjadi indah sungguh bukan niatnya untuk bermegah

sedarlah dari menjadi fajir fajirah penyeri lorong kegelapan

hiduplah bertulangkan syariah bertitik tolak syahadah

*–*

dariota’ keati

gerik, perak

2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s