Khutbah Hajat

Mari bersama menghafal dan memahami Khutbah Hajat yang menjadi pembuka setiap majlis ilmu Nabi. Agungkanlah sunnah Nabi, Insyaallah… cinta kita kepada beliau dan lantas Dia semakin kukuh.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

“…. khutbah ini dianjurkan dan dilakukan dalam pembicaraan dengan manusia baik secara umum maupun secara khusus, berupa mengajarkan al-Qur’an dan sunnah berseta penjelasannya, menasehati manusia, dan berdialog dengan mereka, hendaknya semua itu dibuka dengan khutbah syar’iyyah nabawiyyah ini. Kami mendapati para ulama pada zaman kami, mereka memulai pelajaran tafsir atau fiqih di masjid dan sekolah dengan khutbah selainnya, sebagaimana saya juga mendapati suatu kaum yang membuka akad pernikahan bukan dengan khutbah syar’iyyah ini, dan setiap kaum memiliki jenis sendiri yang berbeda-beda.

Hal itu karena hadits Ibnu Mas’ud tidaklah khusus berkaiatan tentang nikah, namun khutbah untuk setiap hajat dalam berdialog antara sesama manusia. Dan nikah termasuk diantaranya, karena menjaga perkara sunnah dalam ucapan dan perbuatan pada semua ibadah dan adat merupakan jalan yang lurus. Adapun selainnya maka hal itu kurang, sebab sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad”. (Majmu’ Fatawa 18/287-288)

Syaikh al-Albani berkata: “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah diantara ulama yang paling semangat dalam memulai risalah dan kitab-kitabnya dengan khutbah ini. Hal itu merupakan diantara bukti-bukti kongkrit tentang kecintaan beliau kepada Nabi dan sunnah beliau serta semangat beliau dalam menghidupkannya“. (al-Ihtijaj bil Qodar hal. 3, Haqiqatus Shiyam hal. 9-10)

Syaikh Ibnu Utsaimin juga menguatkan hal ini dalam Syarh Muqaddimah Tafsir hal. 5, katanya: “Khutbah ini disebut dengan khutbah hajat, yang digunakan oleh seseorang tatkala hendak membicarakan kebutuhannya, baik pernikahan maupun keperluan lainnya yang berkaitan  dengan agama dan dunia. Oleh karena itu, dia disebut khutbah hajat”.

___________________________________________________________

إِنَّ الْحَمْدُ لِلَّه… نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللَّهِ مِن شُرُورِ أَنفُسِنَا وَ مِن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَن يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَ مَن يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَ أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلاَهَ إِلاَّ اللَّه, وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ. وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ.

يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ لاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَ أَنتُم مُّسْلِمُونَ.

يَآ أًيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَ خَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ بَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَ نِسَآءً, وَاتَّقُواْ اللَّهَ الَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ, إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ وَ قُولُواْ قَوْلاً سَدِيدًا

. يُصْلِحْ لَكُمْ أًعْمَالَكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ, وَ مَن يُطِعِ اللَّهَ وَ رَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

أَمَّ بَعْدُ:

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّه, وَ خَيرَ الْهَدْيِ هَدْيِ مُحَمَّدٍا صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَ عَلَى آلِهِ وَ سَلَّم. وَ شَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَة, وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَة, وَ كُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار.ثُمَّ أَمَّ بَعْدُ:

***

Verily, all praise is due to Allaah. It is due to Him, and to Him alone. We praise Him and we seek His help and forgiveness. We seek refuge in Allaah from the evil of our own selves and from the evil of our actions. And whomsoever Allaah guides, there is none to misguide him, and whomsoever Allaah leads astray none can guide him aright. I testify that there is no god worthy of worship except Allaah, alone with no partner, and I testify that Muhammad (SAWS) is His slave and messenger.

And as to what follows, my dear brothers, I incite you to fear Allaah with the words of Allaah (SWT), hence He tells us:

“O you who believe! Fear Allah as He should be feared, and die not except in a state of al-Islam.” (Qur’an 3:102)

Indeed the best speech is the book of Allaah, and the best guidance is that of Muhammad (SAWS). The worst affairs are the newly invented matters, for every newly invented matter is an innovation, and every innovation is misguidance, and every misguidance is in the Fire.

***

Sesungguhnya segala puji (hanyalah) bagi Allah, Kami memujiNya, kami memohon pertolongan kepadaNya, dan kami memohon ampunan (hanyalah) kepadaNya. kami pun berlindung dari keburukan diri-diri kami dan kejelekan amal-amal kami.

Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tiada yang dapat menberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah -yang berhak disembah- kecuali Allah saja, Yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan (sekaligus) utusanNya. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada beliau dan keluarganya.

Allah berfirman (yang artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya, janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam.” [Ali Imraan : 102]

amma ba’du :

sesunggunya sebenar-benar perkataan adalah kalamullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (perkara baru dalam agama) dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s